Rabu, 29 Juli 2015

Kiasan Hati ini



    Lebaran 1436 Hijriah merupakan kesempatan terbaikku dalam menjalani kehidupan… saya menanggalkan segala kemewahan untuk bekerja di sini, PT Karana Line. Setiap hal yang terjadi dalam diri saya menjadikan kemenangan tersendiri. Selama mata hati terbuka kepada Tuhannya dia tidak akan tersesat. Andainya sadar arti Hamba dan Tuhan, aktivitas di sini menjadi ibadah saja. Tuhan merupakan penentu dan hamba hanya menginginkan. Biarkanlah Tuhan menjalankan diri kita. Episode – episode kehidupan akan berarti.
     Kenyaman sejati tercipta dengan mengertinya hidup itu ada yang menentukan. Tiada sekehendak hati saja. Sedangkan kebahagiaan, memang kita sendiri yang ciptakan. Buatlah hidup ini indah. Bermuara kepada Illahi Rabbi. Kepada Tuhanku kirim doa. Percaya doa akan dikabulkan. Ada waktu yang tidak kita duga ketika Tuhan menjawab doa kita. “Oh ini merupakan doaku. Tuhan menjawab doaku selama ini.” Yeah itu yang saya alami. Berdoa memang berulang kali. Tiada sekali. Beristighfar pun banyak-banyak.
      Kadang harapan terkabul cepat atau lambat. Semua memang usaha kita. Tapi semua juga karena adanya campur tangan Tuhan. Di waktu penantian kita perlu mengisi kebaikan. Proses yang baik. Berfikirlah yang baik karena kita menginginkan yang baik. Seketika musibah menghampiri kita, itu merupakan ujian berapa lama kita bias bersabar. Tuhan menjadikan manusia untuk menghamba pada-NYa saja. Tuhan tiada menguji makhluk melewati batas.
    Ketika pagi hari tiba bekerjalah seakan hidup selamanya. Jangan pernah mengeluh atau sebisanya kurangilah untuk mengeluh. Jangan merasa rendah dengan kerjaan kita (asal selagi kita berusaha yang baik). Lakukan kerjaan kita sebagai ibadah. Niatkan ibadah, difahami betul ketika awal mencari kerja. Kerja melalui tahapan kantor. Mengikuti agenda kantor sebagai karyawan baru, dsb. Indah sebagai balasan bagi hati yang menjawab alam.
    Menjawab alam itu hal yang mudah, contohnya adalah memakai apa yang kita miliki. Tidak perlu meminjam ketika tidak ada halangan. Untuk mengatasi pola hidup yang berkecukupan contohnya gaya hidup.
     Gaya hidup yang tiada seimbang dengan pendapatan kita akan memunculkan suasana yang tidak relefan. Memunculkan ketegangan sosial. Ha ha
Sekian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar